Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi, Universitas Megarezky (Unimerz), terus mengembangkan diri dalam rangka menjamin kualitas kompotensi lulusan.

Salah satu upayanya yaitu menjamin kualitas dengan memiliki akreditasi yang baik.

Kali ini, Lembaga Akrditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes ) melakukan assesmen lapangan untuk akreditasi program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Unimerz.

Tim Asesor  LAM-PTKes terdiri dari 3 orang yakni Mahardian Rahmasi PhD dari Universitas Airlangga Surabaya.

Dr Apt Moch Saiful Bachri dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan Apt Fauzi Kasim MKes dari Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia.

Sebelumnya, proses akreditasi telah  dilakukan dengan Daring.

Hasil dari Akreditasi Daring berdasarkan Surat Keputusan Perkumpulan LAM-PTKes  bulan Desember Nomor. 0682/LAM-PTKes/Akr/Pro/XII/2020.

“Telah berstatus terakreditasi  dengan peringkat baik dengan masa berlaku sampai dengan Desember 2021, ujar Ketua Prodi Profesi Apoteker, Saparuddin Latu di kampus Unimerz, Jumat (25/03/2022).

Tim Asesor  LAM-PTKes terdiri dari 3 orang yakni Mahardian Rahmasi PhD dari Universitas Airlangga Surabaya.

Dr Apt Moch Saiful Bachri dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan Apt Fauzi Kasim MKes dari Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia.

Sebelumnya, proses akreditasi telah  dilakukan dengan Daring.

Hasil dari Akreditasi Daring berdasarkan Surat Keputusan Perkumpulan LAM-PTKes  bulan Desember Nomor. 0682/LAM-PTKes/Akr/Pro/XII/2020.

“Telah berstatus terakreditasi  dengan peringkat baik dengan masa berlaku sampai dengan Desember 2021, ujar Ketua Prodi Profesi Apoteker, Saparuddin Latu di kampus Unimerz, Jumat (25/03/2022).

Kemudian, guna menjamin kualitas kompetensi lulusan  yang dihasilkan maka sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) 2021 siklus PPEPP, maka dilaksanakan asessment secara berkelanjutkan.

Sehingga dihasilkan assesmen tersebut menghasilkan Continous Quality Improvement (AQI).

Kegiatan assesmen lapangan  dilaksanakan selama 2 hari dari Kamis-Jumat, (24-25/3/2022)  di ruang rapat LPM Lantai 2 Universitas Megarezky (Unimerz).

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor I Unimerz, Julia Fitrianingsih

Julia menyampaikan bahwa pada setiap Akreditasi Program Studi diharapkan mendapat hasil yang terbaik.

“Sebab, ini merupakan bagian dari komitmen Unimerz dalam menjamin kualitas kompetensi dari Alumni yang dihasilkan,” ujar Julia kepada Tribun-Timur.com, Sabtu (26/3/2022)

Sehingga dapat menjawab kebutuhan pasar (pengguna) dan bahkan bersaing secara nasional dan internasional dalam membantu masyarakat meningkatkan layanan kesehatan.

“Ini juga sebagai realisasi dari penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan (PPEPP) di tingkat Unimerz,” ujarnya.

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) juga telah menambah standar tambahan SPMI Unimerz. Sesuai Permendikbud No 3 Tahun 2020 ada 24 standar SPMI yang wajib dan Universitas Megarezky menetapkan 8 standar tambahan standar, jadi jumlah standar menjadi 32 dan telah diimplementasikan dalam  satu tahun terakhir.

Dekan Fakultas Farmasi, Jangga  mengatakan, Asesmen lapangan ini dilakukan secara ofline sebagai lanjutan dari proses akreditasi Hybrid.

“Yang menjadi catatan penting dalam kesiapan akreditasi Program Studi Profesi Apoter Unimerz ini adalah sebagai Prodi baru yang diasesmen dengan menggunakan 9 kriteria, maka lebih banyak  menunjukkan outcamnya  dari pada proses,” ujar Dr Apt Jangga.

Terakhir, Team Assesor berharap agar Program Studi Profesi Apoteker UNIMERZ dapat meningkatkan komitmen bersama dalam menjalankan  penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan (PPEPP) sesuai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). 



Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Kejar Akreditasi, LAM-PTKES Asesmen Luring Program Studi Profesi Apoteker Unimerz, https://makassar.tribunnews.com/2022/03/26/kejar-akreditasi-lam-ptkes-asesmen-luring-program-studi-profesi-apoteker-unimerz?page=2.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sudirman





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.